Menyambut Awal Tahun 2020 dengan Mengeksplore Wisata Murah di Jogja

Wisata Yogyakarta – Tanggal 25 Desember 2019 yang lalu tempat saya bekerja libur sampai dengan tanggal 1 Januari 2020. Dan saya bersama teman saya merencanakan mini trip ke Jogja. Naik kereta ekonomi dari stasiun Wonokromo, Surabaya menuju stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. Perjalanan lumayan cepat dan sangat nyaman. Minim delay, bahkan tiba sebelum estimasi. Terimakasih PT. KAI.

Sesampainya disana langsung menuju rumah sodara teman saya yg tinggal di dekat area Keraton, di Jl. Suronatan. Ruman di daerah sini bangunannya etnik & klasik dg ukuran tiap rumah yg tidak terlalu hesar, namun rapi penataannya. Walau beberapa rumah sudah direnov dengan gaya minimalis modern ya. Overall nyaman suasananya.

Suasana perkampungan di Suronatan

Suasana perkampungan di Suronatan

Keesokan harinya mulai bikin trip ala-ala wisata murah di Jogja, kita berangkat jam 3 subuh, menuju pantai di Gunungkidul. Destinasi Wediombo, Jungwok & Nglambor. Sayang, maksud hati cari sunrise eh sampai dilokasi sunrise nya ngumpet. But it’s oke, liburan tetep lanjut.

Pantainya masih sepi waktu kami dateng. Garis pasir tidak terlalu luas banyak batu2 yang menjulur. Tapi asli, ini tempat instagramable deh. Puas main2 air & foto2 dikit, kita lanjut ke destinasi berikutnya. FYI, disini banyak yg jual makanan dari ringan sampe agak berat, dan harganya masih tergolong wajar & murah.

Pantai Nglambor

Pantai Nglambor

Setelah beberapa puluh menit (dan sempat kesasar) dan dijalan nemu warung nasi, oke kita semua menepi & mengisi amunisi dulu, masakannya enak ciri khas masakan rumahan dan murah pula. Lanjut perjalanan dan sampai di Pantai Jungwok, pantai ini bertetanggaan lokasinya dg pantai Wediombo berhubung kita salah baca petunjuk sempat nyasar tapi hikmahnya kita jadi bisa sarapan dulu. Garis pantainya lumayan panjang dan melengkung. Ditengah2 ada batu besar yang pas saya sampai dilokasi air masih pasang, sehingga kita hanya main2 dan menikmati dari pinggir pantai. Dan lagi2 air dipantai ini bening buanget, pasirnya putih bersih. Indah pokoknya. Setelah beberapa lama kita disini sambil santai, ga kerasa hari udah siang, kita lanjutkan ke destinasi berikutnya.

Udah agak sore, kita sampai di pantai Nglambor, asli ini pantai indaaah banget, pantai ini bersebelahan dg pantai Siung. Ada jalan tembusan melalui jembatan bambu bikinan warga dan di dalamnya ada banyak spot foto, cukup merogoh kocek 15rb buat yg mau masuk ke jembatan penghubung ini. Tapi berhubung kita ga rencana ke pantai Siung kita hanya menikmati pemandangan dan foto2 di pantai ini.

Sunset di pantai Nglambor

Sunset di pantai Nglambor

Setelah beberapa saat, sunset pun hadir dan terlihat sangat cantik. Matahari perlahan kembali keperaduan dg diiringi debur ombak pantai selatan. Hmm… Indah sekali.

Oya, lokasi pantai Wediombo & Nglambor dalam 1 Kabupaten yakni Gunungkidul. Tapi dibagi atas beberapa area kawasan. Kemarin kita melewati 2 gerbang yakni gerbang Wediombo & Nglambor. Masing2 gerbang HTM nya 3rb perorang. Murah banget.

Hari mulai gelap, setelah bebersih & sholat maghrib kita perjalanan menuju kembali ke kota. Diperjalanan kita sempat mampir di kawasan spot bukit bintang, mencicipi kuliner pinggir jalan sambil nyari jahe biar anget ini badan setelah seharian main air pantai. Hari semakin malam, dan akhirnya kita sampai dirumah dan lanjut beristirahat.

Hari ke 3, kita berencana belanja sedikit oleh2 dan berada dikota meningat hari Jumat, kalo mau trip juga nanggung. Karna seharian dirumah & dipasar, daripada bosen sorenya kita pergi ke Candi Prambanan. Buat hunting sunrise, ceritanya. Tapi Tuhan berkehendak lain, sepanjang perjalanan dr kota ke Prambanan naik trans Jogja hujan enggan berhenti. Namun show must go on 😅

Sunset di Prambanan

Sunset di Prambanan

Sampai di Prambanan hujan udah agak reda, kita foto2 sedikit dibeberapa spot. Dan senjapun tiba, perjalanan kita akan keluar komplek candi, hujan mulai agak reda dan sunset di balik candi sungguh cantik luar biasa, Masya Allah. Hujan semakin deras dan kita pun kembali ke kota.

Hari ke 4, kita jalan ke area Mangunan (Dlingo) subuh2 kita berangkat. Masuk area bukit kabutnya tebel banget (yaiya sehari semalam abis ujan). Destinasi 1 kita ke Panguk Kediwung, walau out of ekspektasi karna kabutnya tebel dan tinggi akhirnya ga telihat efek melayang diatas awan but it’s oke 😁

Spot foto di Panguk Kediwung

Spot foto di Panguk Kediwung

Setelah matahari aga meninggi dan kabut mulai menipis mulai terlihat pemandangan yg lagi2 sangat indah dan cantik. Puas foto2 kita lanjut ke Batu Songgo Langit (Rumah Hobit) disini kita foto2 dan sedikit bersantai di warung2 sekitar. Lanjut destinasi berikutnya (sebenarnya ini dadakan) ke Pinus Pengger. Lokasinya enak sejuk dan instagramable. Tapi lebih rekomen lagi pas sunset atau malam, disini terlihat spot bukit bintang. Hujan mulai turun, kitapun balik ke kota dan pulang.

Pinus Pengger

Pinus Pengger

Malam minggu kita habiskan bersantai sambil ngopi di Malioboro menikmati suasana dan menyaksikan pertunjukan musik calung. Diperjalanan kita sempet mampir ke Museum Sono Budoyo dan kebetulan ada pameran (lupa namanya, pokoknya tentang astronomi ntah apa 😁). Dan ga terasa malam makin larut dan kitapun kembali kerumah. Karna keesokan harinya kita udah balik ke Surabaya.

Terima kasih Yogyakarta atas keindahan dan keramahannya.

Link : Sumber

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!